Select Page

Composite Index

Sumber: chart by investing

 

Setelah IHSG (Composite Index) membentuk new high di level 6689 pada 19/2/2018, pergerakan index mulai menunjukkan adanya profit taking dan terjadilah koreksi. Profit taking dimotori oleh foreign investor  menyebabkan capital outflow dari Indonesia dan nilai tukar rupiah mulai mengalami pelemahan terhadap dollar AS. Kemudian market global semakin meningkat uncertainty yang disebabkan kebijakan yang diambil oleh Donald Trump (Presiden AS) yaitu adanya kebijakan tarif bea impor baja sebesar 25% dan aluminium sebesar 10%. Kenaikan suku bunga The Fed 25 bp menjadi 1,75% turut memberikan sentimen negatif bagi financial market  global. Hal ini diperparah dengan adanya kekhawatiran perang dagang antara AS-China, pasalnya AS berencana menerapkan bea impor produk-produk China  dengan nilainya mencapai sekitar US$60 miliar dan China bereaksi akan melakukan perlawanan apabila benar-benar diterapkan.

Sejak awal tahun 2018 IHSG sudah turun sebesar 2,18% dengan foreign capital outflow mencapai Rp 20,6 triliun. . Saat ini IHSG berada dalam tren bearish, dengan support terdekat di level 6100 dan resisten di level 6251. Kami melihat  short term IHSG cenderung mengalami pelemahan. Adapun penurunan sektoral IHSG seperti dibawah ini:

 

Sektoral

Sumber: data diolah 

 

Sejak awal tahun 2018 ada lima sektor mengalami kenaikan, yakni Mining (+14,34%), Basic Industry (+6,35%), Agriculture (+2,84%), Property (+1,25%) dan Finance (+0,99%). Sedangkan sektor yang turun, yakni Miscellaneous Industry (-10,40%), Infrastructure (-9,59%), Consumer (-9,11%) dan Trade (-0,58%). Penurunan sektor  Miscellaneous Industry dimotori oleh saham ASII. ASII sejak awal tahun sudah turun 12,35%, sehingga memberatkan untuk sektor tersebut. Kemudian untuk sektor Infrastructure dimotori oleh saham TLKM, yang mana sudah turun 17,57% sejak awal tahun.

error: CTRL + D = COPY