Select Page

IHSG

Pergerakan IHSG selama dua minggu terakhir cenderung mengalami penurunan diiringi dengan capital outflow dari asing, seiring dengan dominannya sentiment negative dari regional ataupun global. Seminggu terakhir capital outflow asing sebesar Rp 4,79 triliun seiring adanya rencana kenaikan suku bunga The Fed sebanyak 3-4 kali pada tahun 2018. Isu yang paling hangat adalah rencana kebijakan yang akan dikeluarkan oleh Trump terkait adanya bea impor baja dan aluminium. Masing-masing akan dikenakan bea impor 25% untuk baja dan 10% untuk aluminium, sehingga membuat market bereaksi negative.

Namun pada 6 Maret 2018  Wall Street berhasil rebound, seiring dengan rendahnya kekhawatiran atas kebijakan Trump yang akan menaikan bea impor baja dan aluminium. Hal ini disebabkan ketua DPR AS Paul Ryan menyatakan tidak setuju dengan rencana Trump tersebut. Dari dalam negeri yang menjadi perhatian yakni nilai tukar Rupiah yang terus melemah disebabkan adanya capital outflow asing dari pasar saham dan pasar obligasi.

Dalam short term yang akan dominan mempengaruhi pergerakan IHSG sentiment-sentimen terkait dengan rencana kenaikan suku bunga The Fed, keamanan regional (khususnya timur tengah), perang dagang (adanya rencana tariff  bea impor di AS), kondisi nilai tukar Rupiah (cenderung melebah)  dan rilis LK emiten tahun 2017.

Kami melihat dalam short term IHSG bergerak cenderung melemah dengan range 6430-6562. MACD juga masih terlihat bergerak melemah.

error: CTRL + D = COPY